Inspirational Stories
Sering menunda-nunda pekerjaan? Mungkin Anda seorang prokrastinator
27 April 2020
prokrastinator

Sering menunda-nunda pekerjaan?
Mungkin Anda seorang prokrastinator
 
Dengan diberlakukan himbauan untuk bekerja di rumah tentunya menimbulkan suatu tantangan tersendiri bagi pekerja yang telah terbiasa rutin bekerja di kantor. Situasi di rumah yang berbeda dengan kantor dan fleksibilitas dalam hal waktu memungkinkan terjadinya banyak gangguan misalnya lebih memilih menonton televisi / film seri, bermain media sosial, atau tergoda untuk tidur dibandingkan menyelesaikan tugas. Ketika terjadi gangguan bekerja di rumah, maka berpotensi untuk mempengaruhi fokus sehingga menunda untuk menyelesaikan pekerjaan.
 
Bila menunda pekerjaan semakin menjadi kebiasaan maka disebut dengan prokrastinasi, prokrastinasi adalah tindakan menunda pekerjaan / tugas yang seharusnya diselesaikan pada waktu tertentu. Prokrastinasi berasal dari dua kata dalam bahasa Latin, yakni “pro” yang berarti maju dan “crastinus” yang berarti milik hari esok, dengan kata lain “forward it to tomorrow” yang berarti “lakukan besok”. Dalam suatu penelitian menyebut bahwa setiap orang pernah menunda pekerjaan dari jadwal yang telah mereka tentukan sekali atau lebih, prokrastinasi memang identik dengan penundaan namun tidak semua penundaan termasuk prokrastinasi.
 
Seseorang baru dianggap melakukan prokrastinasi apabila dirinya sengaja menunda pekerjaan karena sesuatu yang tidak penting maupun bukan prioritas, meskipun dirinya mengetahui dampak buruk dari penundaan tersebut. Misalnya orang menunda menyelesaikan pekerjaan karena membuang waktu melihat media sosial atau berselancar di dunia maya. Bila kita menunda pekerjaan karena sakit, maka penundaan ini bukanlah tindakan prokrastinasi, prokastinator selalu memiliki alasan bahwa dirinya tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengerjakan tugasnya. Prokrastinator juga seringkali mencari pengalihan karena berusaha mengatur emosi mereka sendiri seperti ketakutan akan melakukan kesalahan atau kegagalan. Menghindar dari mengerjakan tugas juga bertujuan untuk menghindari penilaian orang lain terhadap kemampuannya.
 
Dalam sebuah studi menyebut bahwa tindakan prokrastinasi adalah sebagai bentuk kegagalan pengaturan atau regulasi diri, orang tersebut mengetahui tugas yang perlu diselesaikan namun tidak mampu mendorong diri sendiri untuk segera menyelesaikannya. Aktifitas yang lain terlihat lebih menyenangkan daripada mengerjakan tugas yang seharusnya menjadi prioritasnya. Prokastinator meyakini bahwa mereka memiliki banyak waktu, dapat mengerjakan tugas dengan lebih baik ketika di bawah tekanan maupun mendekati tenggat waktu yang ditetapkan, ketika merasa menggalami suasana hati yang baik, atau merasa dalam situasi yang paling ideal.
 
Prokrastinasi tidak hanya berdampak pada produktifitas kerja namun juga memiliki potensi mempengaruhi terhadap kesehatan karena ketika menunda menyelesaikan tugas akan meningkatkan stres dan melepaskan hormon stres ke seluruh tubuh. Selain itu sering terbangun sampai tengah malam atau dini hari juga dapat berpotensi menurunkan imun tubuh.
 
Lalu bagaimana mengatasi agar menunda pekerjaan tidak berkembang menjadi prokrastinasi ?
Dr. Joseph Ferrari merekomendasikan beberapa strategi ini:
  1. Membuat daftar tugas yang harus dilakukan.
  2. Mengenali alasan-alasan yang digunakan untuk menunda pekerjaan, kemudian menuliskan hal-hal yang dapat memotivasi.
  3. Menetapkan target yang realistis.
  4. Merinci tugas menjadi bagian-bagian yang lebih spesifik, dan mulailah dengan tugas-tugas yang paling mudah.
  5. Membuat tugas tersebut berarti misalnya untuk meningkatkan kemampuan atau prestasi kerja.
  6. Memberikan hadiah bagi diri sendiri bila tugas terselesaikan.
  7. Memilah aktifitas yang prioritas dan tidak prioritas.
  8. Perkirakan waktu untuk dapat menyelesaikan tugas.

Leave a reply